kembali sebuah kisah pendek lagi-lagi sangat menarik untuk aku bahas, (tepatnya untuk aku ceritakan) sebagai share dari langkah konyol yang gak perlu kita lakukan dikala hati sedang tak stabil, dan bagaimana langkah yang harus kita ambil.
berawal dari suatu sore yang rencananya aku bersama kakaku akan hunting foto di titik nol (0 km) malioboro, udah siapin kamera yang menurutku keren, tapi mungkin bagi kalian biasa aja (karena aku gak punya sendiri) kamera SLR yang sering orang bilang seperti itu, knalpot racing alias blombongan dalam bahasa kami anak muda (knalpot motor yang bising intinya) yang udah kami ganti dengan knalpot standarnya, agar nyaman dipakai pergi, takut ketangkep polisi (hehehehe...), sore yang ku nantikan saat aku pulang kerja.